Welcome In My Blog

Jumat, 03 Februari 2012

Laporan Ekologi Pertanian Tentang Daur Karbon


LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIAN
DAUR KARBON



FERDY OKTAVIYAN
05101007030








PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2011


BAB I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang
Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan sikluskarbon dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjaga kestabilannya. Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk menentukan faktor apa yang mempengaruhi hubungan tersebut karena terdapat banyak faktor yang mempengaruinya. Dalam siklus karbon, atom karbon terus mengalir dari produsen ke konsumen dalam bentuk molekul CO2 dan karbohidrat, sedangkan energi foton matahari digunakan sebagai pemasok energi yang utama. produsen memerlukanCO2 yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari kegiatan fotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan oksigen yangdiperlukan oleh konsumen untuk melangsungkan kehidupannya
Dalam ekosistem terdapat dua peristiwa yang tidak terhenti yaitu aliran energi dan aliran materi. Aliran energi berasal dari sinar surya yang memasuki ekosistem. Energi ini digunakan untuk proses fotosintesis tanaman hijau dan selanjutnya beredar melalui ekosistem melalui rantai makanan. Sedangkan daur materi berlangsung dari organisme hidup ke lingkungan abiotik baik tanah atau atmosfer dan kembali lagi ke organisme hidup, sehingga keberadaan bahan-bahan di ekosistem dalam keseimbangan dinamik.
Siklus karbon sendiri memiliki arti yang luas. Dalam siklus karboncadangan di atmosfer adalah sangat kecil jumlahnya jika dibandingklan dengan jumlah karbon yang ada didalam laut, minyak bumi dan cadangan-cadangan lain di dalam kerak bumi. Kehilangan karbon dalam aktifitas pertanian, misalnya karena penambahan karbon ke atmosfer lebih banyak dari pada yang disebabkan karena yang diikat oleh tanaman-tanaman tidak dapat menggantikan karbon yang dilepaskan dari tanah, terutama yang diakibatkan karena seringnya pengolahan tanah. Penebangan hutan dapat melepaskan karbon yang tersimpan dalam kayu,terutama apabila kayu tersebut segera terbakar, dan kemudian diikuti oleh oksidasi humus jika lahan tersebut digunakan untuk pengembangan daerahpertanian dan perkotaan
Proses daur karbon pertama kali diusulkan pada tahun 1938 oleh fisikawan Hans Bethe. Menurut beliau Siklus CNO (karbon-nitrogen-oksigen) atau daur karbon atau daur cc (carbon cycle) adalah salah satu dari dua reaksi fusi yang mengubah hidrogen menjadi helium di dalam inti bintang, reaksi lainnya adalah reaksi rantai proton-proton. Reaksi rantai proton-proton terutama terjadi di dalam bintang-bintang seukuran Matahari atau lebih kecil, namun reaksi pertama dari rantai proton-proton yang melibatkan dua proton memiliki penampang nuklir (cross section) yang kecil. Pada temperatur yang lebih tinggi bottleneck tersebut dilalui dengan memanfaatkan atom-atom karbon sebagai katalis dalam reaksi.
Daur karbon juga dapat diartikan sebagai rangkaian transformasi, karbon dioksida ditetapkan sebagai karbon atau senyawa karbon dalam organisme-organisme hidup melalui fotosintesa atau komosintesi, dibebaskan melalui respirasi dan atau kematian dan penguraian organisme pengikat, yang digunakan oleh spesies heterofik, dan akhirnya dikembalikan kepada keadaan asli untuk digunakan lagi. Daur karbon merupakan bagian dari daur energi. Reaksi fotosintesis sangat esensial untuk daur karbon maupun daur energi, melalui proses fotosintesis tersebut karbon dioksida berhubungan dengan mahluk hidup. Melalui proses fotosintesisnya tumbuhan hijau berperan dalam daur karbon, karbon diubah menjadi karbohidrat dengan bantuan energi matahari dan pigmen klorofil. Reaksi tersebut biasanya terjadi dihutan-hutan padang rumput dan juga dirumput laut dilautan. Dalam daur karbon,karbon dioksida dibutuhkan tumbuhan yang kemudian akan dikonsumsi hewan, ikan dan manusia untuk kebutuhan sel dan energi. Dalam bentuk karbon dioksida dikembalikan kealam, bila hewan atau tumbuhan tersebut .mati akibat kerja mikroorganisme karbon akan dikembalikan kebumi. 
B.    
Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah untuk mempelajari hubungan antara produsen dan konsumen di dalam ekosistem.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan sikluskarbon dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjagakestabilannya. Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk menentukan faktor apayang mempengaruhi hubungan tersebut karena terdapat banyak faktor yangmempengaruinya. Dalam siklus karbon, atom karbon terus mengalir dari produsenke konsumen dalam bentuk molekul CO2 dan karbohidrat, sedangkan energi fotonmatahari digunakan sebagai pemasok energi yang utama. produsen memerlukanCO2 yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari kegiatanfotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan oksigen yangdiperlukan oleh konsumen untuk melangsungkan kehidupannya (Anshory, 1984).
Karbon adalah bahan penyusun dasar semua senyawa organik. Pergerakanmelalui suatu ekosistem berbarengan dengan pergerakan energi, melebihi zatkimia lain; karbohidrat dihasilkan selama fotosintesis, dan CO2 dibebaskanbersama energi selama respirasi. Dalam siklus karbon, proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler menyediakan suatu hubungan antara lingkunganatmosfer dan lingkungan terestrial. Tumbuhan mendapatkan karbon, dalam bentuk CO2 dari atmosfer melalui stomata daunnya dan menggabungkannya ke dalambahan organik biomassanya sendiri melalui proses fotosintesis. Sejumlah bahanorganik tersebut kemudian menjadi sumber karbon bagi konsumen. Respirasi olehsemua organisme mengembalikan CO2 ke atmosfer (Campbell, 2004).
Hidrilla sp. Adalah tanaman hijau yang hidup di air. Tumbuhan air sangat berpengaruh terhsdsp zat-zat makanan untuk orgsnisme hidup. Tumbuhan juga memegang peranan penting dalam transfor oksigen, karbon dioksida, dan gas-gas lain melalui badan air dan dalam pertukaran gas-gas tersebut pada bidang persentuhan antara air-atmosfir.(Rukaesih,2004).
Hymnea atau keong adalah hewan dari kelas mollusca. Mollusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki ruas. Tubuh hewan ini tripoblastik, Bilateral simetri, umumnya memiliki mantel yang dapat menghasilkan bahan cangkok berupa kalsium karbonat. Cangkok tersebut berfungsi sebagai rumah (rangka luar) yang terbuat dari zat kapur misalnya kerang, tiram, siput sawah dan bekicot. Namun ada pula Mollusca yang tidak memiliki cangkok, seperti cumi-cumi, sotong, gurita atau siput telanjang. Mollusca memiliki struktur berotot yang disebut kaki yang bentuk dan fungsinya berbeda untuk setiap kelasnya. Cangkok kerang ini terdiri dari dua belahan, sedangkan cangkok siput berbentuk seperti kerucut yang melingkar. Perbedaan lainnya, kaki siput tipis dan rata. Fungsinya adalah untuk berjalan dengan cara kontraksi otot.
Karbon dapat dijumpai dimana-mana. Karbon dapat dijumpai didalam atmosfer sebagai CO2 dalam jaringan semua mahluk hidup dan terbesar dijumpai dalam batuan endapan serta bahan baker fosil yang terdapat dalam perut bumi. Tumbuhan hijau dan hewan serta organisme yang lain berperan aktif dalam kelangsungan siklus karbon. CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 dan H2O oleh tumbuhan hijau akan diubah menjadi senyawa organik berupa glukosa (C6H12O6) dan Oksigen ( O2) melalui reaksi yang disederhanakan sebagai berikut :
6 C O2 + 6 H2 O C6 H12 O6 = 6 O2
Oksigen dihasilkan dalam fotosintesis tersebut akan dimanfaatkan oleh hewan dan organisme lain untuk respirasi. Dari proses respirasi tersebut akan dihasilkan CO2H2O dan energi melelui persamaan reaksi yang disederhanakan sebagai berikut :
C6H12O6 + 6O2  6CO2 + 6H2O + Energi
CO2 yang dihasilkan dalam respirasi tersebut akan dilepas kembali ke lingkungan, kemudian akan digunakan untuk fotosintesis tumbuhan hijau begitu seterusnya. Dari kedua kegiatan tersebut tampak bahwa fotosintesis dan respirasi saling bekerja sama untuk kelangsungan siklus karbon dan oksigen.
Sejumlah karbon untuk sementara berada dalam jaringan tumbuhan atau hewan, tetapi karbon tersebut akan kembali ke siklus setelah tumbuhan atau hewan tersebut mati kemudian diuraikan oleh makhluk pengurai. Jika sisa-sisa bahan organik dari pembusukan hewan dan tumbuhan tertimbuan dalam lapis tanah lebih dari 600 juta tahun maka karbon dikandung akan keluar dari siklus karbon yang utama. Tetapi oleh panas akan tekanan dalam lapis kerak bumi zat tersebut akan diubah menjadi bahn baker fosil misalnya batubara, minyak bumi dan gas bumi. Jika bahan baker fosil tersebut digunakan sebagai bahan bakar dalam berbagai industri maka karbon yang dikandung akan dilepas kembali ke lingkungan dalam bentuk CO2 sebagai hasil proses pembakaran. Selanjutnya CO2 tersebut akan digunakan kembali. (Sasmita.D.W.1994)
Daur karbon merupakan bagian dari daur energi. Reaksi fotosintesis sangat esensial untuk daur karbon maupun daur energi, melalui proses fotosintesis tersebut,karbon maupun daur energi, melalui proses fotosintesis tersebut karbondioksida hubungan sebagai mahluk hidup. Melalui proses fotosintesisnya tumbuhan hijau berperan dalam siklus karbon, karbon diubah menjadi karbondioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dengan bantuan energi matahari dan pigmen klorofil  (Muslimin.L.W.1996).
Karbon tersimpan dalam bentuk molekul karbondioksida (C2) dan oksigen dalam betuk molekul oksigen yaitu O2. Karbon diikiat oleh tanaman dalam proses fotosintesis dan dihasilkan bahan organik. Bila bahan ini dioksidasikan akan menghasilkan kembali karbondioksida. Dari proses fotosintesa diatas selain dihasilkan bahan organik berupa karbohidrat juaga dihasilkan oksigen. Bahan organik hasil fotosintesa berpindah ke herbivore dan pemangsa dan kembali ke cadangan melalui respirasi dan kegiatan bakteri. Sisa bahan organik yang tidak dilapuk melalui proses-proses geologicklainnya akan membentuk gambut, batu bara dan minyak bumi. Gambut dan batu bara mengandung karbon terikat, besarnya kandungan tergantung pada tingkat pelapukannya. Bahan tambang ini akan menghasilkan karbon ke udara bebas setelah dibakar.(Jumin.H.B.1989).

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

A.    Waktu dan Tempat
Pada praktikum ekologi pertanian mengenai daur karbon, kami mengadakan pelaksanaan praktikum di Laboratorium Ekologi jurusan budidaya pertanian  Fakultas pertanian universitas Sriwijaya Indralaya. Pelaksanaan praktikum kami laksanakan pada hari kamis pukul 10.00 WIB, tanggal 7-13 April 2011.

B.     Bahan dan Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah 
1.      Gelas piala atau tabung selai yang kosong,
2.      Gelas Plastik,
3.      Plastic
4.      karet,
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah
1.    Hydrilla sp.
2.    Lymnea sp atau keong.,
3.    Aquadest, Air ,
4.    Larutan BTB (Brom Timol Blue)






C.    Cara Kerja
Adapun cara kerja pada praktikum daur ulang ini adal;ah sebagai berikut:
1. Disiapkan dua percobaan A dan B masing-masing terdiri dari empat botol.
2. Ditandai setiap gelas piala tersebut dengan A1, A2 , A3, A4 serta B1, B2, B3, B4
3. Diisi tiap tabung dengan 20 mm  air darp permukaan tabung
4. ditambahkan 5 tetes brom timol blue pada masing-masing botol
5. Dimasukan ke dalam gelas piala A1 dan B1 masing-masing dengan dengan 50             gram Lymnea sp.
6. Dimasukan 50 gram Lymnea atau keong  sp. dan 3 gram Hydrilla sp. Ke dalam gelas piala A2 dan B2 .
7. Dimasukan pada A3 dan B3 dengan 3 gram Hydrilla sp. Dan pada gelas piala A4 dan B4 dijadikan kontrol ( tidak dimasukan Lymnea sp.dan Hydrilla sp.)
8. Ditutup gelas piala dengan menggunakan plastik putih bening dan karet hingga rapat agar tidak tumpah ai nya.
9. Ditempatkan gelas piala A di tempat terang dan B di tempat gelap.
10. Diamati setelah 24 jam
11. setelah diamati, pindahkan gelas A ke temapat gelap dan B ke tempat terang dan lakukan selama pengamatan dilakukan
12 . catatlah hasil pengamatan yang telah diamati.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil
Adapun hasil pengamatan yang diperoleh dari praktikum daur karbon ini adalah sebagai berikut :
Tanggal
Tabung
Perubahan Warna
Keadaan Hidup/Mati
Tempat Terang
Tempat Gelap

Hydrilla

Keong
07 April 2011
A1
Biru
-
-
Hidup
A2
Biru
-
Hidup
Hidup
A3
Biru
-
Hidup
-
A4
Biru
-
-
-
B1
-
Biru
-
Hidup
B2
-
Biru
-
Hidup
B3
-
Biru
Hidup
-
B4
-
Biru
Hidup
-
08 April 2011
A1
-
Biru
-
Mati
A2
-
Bening
Hidup
Hidup
A3
-
Biru
Hidup
-
A4
-
Biru
-
-
B1
Bening
-
Hidup
B2
Bening
-
Hidup
Hidup
B3
Bening
-
Hidup
-
B4
Biru
-
-
-
09 April 2011
A1
-
-
A2
-
A3
-
-
A4
-
-
-
B1
-
-
B2
-
B3
-
-
B4
-
-
-
10 April 2011
A1
-
-
A2
-
A3
-
-
A4
-
-
-
B1
-
-
B2
-
B3
-
-
B4
-
-
-
11 April 2011
A1
Keruh
-
-
Mati
A2
Agak Keruh
-
Lsyu
Mati
A3
Bening
-
Hidup
-
A4
Biru
-
-
B1
-
Keruh
-
Mati
B2
-
Agak Keruh
Layu
Hidup
B3
-
Bening
Hidup
-
B4
-
Biru
-
-
12 April 2011
A1
-
Keruh
-
Mati
A2
-
Keruh
Layu
Mati
A3
-
Bening
Agak Layu
-
A4
-
Bening
-
-
B1
Keruh
-
-
Mati
B2
Bening
-
Hidup
Mati
B3
Bening
-
Hidup
-
B4
Agak Keruh
-
-
-
13 April 2011
A1
Keruh
-
-
Mati
A2
Bening
-
Hidup
Hidup
A3
Bening
-
Hidup
-
A4
Biru
-
-
-
B1
-
Keruh
-
Hidup
B2
-
Keruh
Hidup
Hidup
B3
-
Bening
Hidup
-
B4
-
Biru
-
-


 B.    Pembahasan
Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan tentang daur karbon. praktikum ini dilakukan untuk dilakukan untuk mempelajari daur biogeikimia pada ekosistem khususnya daur karbon. Dimana pristiwa ini adalah kejadian yang terjadi terus menerus, yaitu digunakan dan dihasilkan dan begitu selanjutnya.
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah Lymnea sp. (keong) dan hydrilla sp , BTB (Brom Timol Blue), dan air serta aquadest. Penggunaan hewan dan tumbuhan ini dimaksudkan untuk mengetahui peristiwa daur karbon. dimana terjadi proses fotosintesis yang dilakukan oleh Hydrilla sp.yang menghasilkan O2, dimana O2 digunakan untuk proses respirasi yang dilakukan oleh Lymnea sp. (keong) Penggunaan Lymnea karena praktikum ini akan melihat peristiwa fotosintesis dalam air yang merupakan tempat hidup dari Lymnea (keong), selain itu, ini dimungkinkan karena Lymnea mempunyai cangkang, Cangkang berupa kalsium karbonat yang berasal dari kombinasi Ca dan CO2. kalsium karbonat terbentuk karena proses fotosintesis tumbuhan laut sehingga cangkang merupakan suatu bukti adanya daur karbon dan ketika Lymnea itu mati, air dapat melarutkan kalsium karbonat,karena adanya CO2 yang terlarut. sedangkan penggunaan Hydrilla karena merupakan hewan air yang kosmopolit atau ditemukan dimana-mana. Penggunaan BTB (Brom Timol Blue) sebagai larutan indikator dari asam dan basa, terbentuknya warna kuning menunjukan kalau larutan bersifat asam( kadar CO2 yang tinggi) dan berwarna biru bila larutan bersifat basa( kadar O2 berlebih).
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini, salah satunya adalah water quality cheeker. Alat ini digunakan untuk menentukan PH, sanilitas, konduktor dan turgiditas. Tapi pada praktikum kali ini hanya menggunakan water quality cheeker untuk menentukan DO (kadar oksigen) dalam larutan. Oksigen sering merupakan zat kunci dalam menentukan jenis dan keberadaan kehidupan akuatik. Kekurangan oksigen beersifat fatal bagi kebanyakan hewan akuatik seperti ikan, tetapi adanya oksigen juga dapat menyebabkan kehidupan yang fatal bagi bakteri anaerob. Oleh karena itu pengukuran terhadap konsentrasi oksigen terlarut(Dissolved oxygen, DO) penting untuk menentukan sifat biologi suatu bahan air seperti sungai atau danau.
Percobaan pertama adalah mengenai pertambahan CO2. digunakan 8 gelas piala, yaitu A1, B1, A2, B2, A3, B3, A4 dan B4. Gelas piala A1 dan B1 diberi Lymnea dan air, A2 dan B2 diberi Lymnea, Hydrilla dan air, A3 dan B3 diberi Hydrilla dan air serta A4 dan B4 digunakan sebagai kontrol atau menggunakan air saja. Gelas piala A di tempatkan di tempat terang sedangkan yang B ditempatkan ditempat yang gelap. Gelas piala ditutup dengan menggunakan plastik bening sehingga membatasi udara luar tetapi dapat ditembus cahaya dengan baik.
Hasil dari gelas piala A1 menunjukan bahwa kadar CO2 sangat tinggi. Hasil ini menunjukan bahwa Lymnea (keong) melakukan proses respirasi. Respirasi adalah proses pemecahan glukosa dengan menggunakan oksigen (O2) dan menghasilkan CO2 dan H2O serta energi. Dimana Lymnea mengambil O2 dari air dan udara pada gelas piala. Hasil dari gelas piala B1 menunjukan kadar CO2 yang cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan adanya proses respirasi yang menghasilkan CO2. Tapi CO2 pada gelas piala B1(tempat gelap) lebih rendah dari A1(tempat terang).
Hasil dari A2 menunjukan proses daur karbon. Daur karbon ini berlangsung secara terus menerus tanpa henti. Dimana didalamnya tedapat proses panjang dan menggunakan waktu yang lama. Daur dalam gelas piala ini melibatkan Hydrilla membutuhkan CO2 dalam fotosintesis dan mengeluarkan O2. dimana O2 dibutuhkan oleh Lymnea dalam respirasi yang menghasilkan CO2. selanjutnya CO2 yang dihasilkan digunakan oleh tanaman untuk fotosintesis, dan begitu selanjutnya. CO2 pada tempat ini kecil karena adanya hydrilla yang menggunakan untuk proses fotosintesis.
Hasil dari gelas piala B2 menunjukan jumlah CO2 yang tinggi, hal ini dikarenakan pada tempat gelap, tumbuhan tidak melakukan fotosintesis karena tidak adanya matahari yang merupakan syarat dari fotosintesis Peristiwa yang terjadi pada gelas piala A3 merupakan resksi fotosintesis, dimana terjadi pembentukan oksigen melalui proses fotosintesis. Hasil dari B3 menghasilkan CO2. hal ini dikarenakan tidak adanya cahaya yang digunakan untuk fotosintesis oleh Hydrilla, sehingga Hydrilla melakukan respirasi yang menggunakan oksigen dan menghasilkan karbon dioksida (CO2). Hasil dari gelas piala A4 dan hasil dari B4 yang berwarna biru dan tidak perjadi perubahan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kita peroleh dari praktikum daur ulang ini adalah sebagai  berikut:
1. Daur karbon melibatkan produsen dan konsumen.
2. Daur karbon meliputi fotosintesis dan respirasi
3. Fotosintesis adalah proses pembentukan glukosa oleh tumbuhan dengan bantuan CO2, H2O dan cahaya matahari. Respirasi adalah proses pemecahan glukosa dengan menggunakan oksigen (O2) dan menghasilkan CO2 dan H2O serta energi.
4. Tumbuhan sebagai produsen berperan sebagai penghasil O2 dari prosesfotosintesis dan memerlukan CO2 dari respirasi hewan (konsumen) untuk menghasilkan karbohidrat
5. Pada gelas piala A1 menghasilkan CO2 terbesar
6. Hewan mengkonsumsi karbohidrat dan O2 Dari tumbuhan untuk kehidupannya, dan dari respirasinya menghasilkan CO2 untuk dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan.
7. Cahaya dibutuhkan pada saat fotosintesis dan pada keadaan gelap tumbuhan melakukan respirasi
8. Adanya keterkaitan antara keong (konsumen) dan Hydrilla (produsen) dalam kelangsungan hudupnya.



B.     Saran
Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan sikluskarbon dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjaga kestabilannya. Oleh sebab itu, jagalah semua isi bumi ini dengan teratur biar tidak
terjadinya kerusakan yang fatal, yang akhirnya berakibat pada kita sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Jakarta: Yogyakarta Andi

Anonim.2008. Siklus Karbon. [online]. (http://id.wikipedia.org/wiki/siklus_karbon, diakses tanggal 10 April 2011 pada jam 17.00

Anshory, I. 1984.Biologi Umum Genesa Exact. Bandung

Campbell, N.A, Reece and Mitchell. 2004. Biologi Jilid 3 Edisi Kelima. Erlangga.Jakarta.

Jumin.H.B.1989.Ekologi Tanaman.Rajawali Press: Jakarta.

Mollusca.2007. Biomol. [online]. (http://www.e-dukasi.net/mol/mo-ful.phd?moid=78&fname=bio111_34.html, diakses tanggal 13 April 2011.
Sasmita.W.D.1994. Materi Pokok Biologi Umum. Deptdikbud: Jakarta.

Setyo, Leksono. 2007. Ekologi. Malang: Bay0media Publishing
Trewartha, G. T. dan L. H. Horn., 1995. Pengantar Iklim. Penerjemah Sri Andani. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Wirakusumah, Sambas.2003. Dasar- Dasar Ekologi. Jakarta: UI Press




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar